Mengapa ya, tiap kali mau berpergian, khususnya berpergian menggunakan kereta dalam kasus saya, selalu saja terburu-buru atau mepet banget tibanya di stasiun?
Hari ini cukup seru, hari ini rencananya mau berpergian ke luar kota menggunakan jasa kereta. Jadwal keretanya pukul 17.00.
Bangun pagi-pagi buat jemur pakaian dan sepatu, eh, siangnya kehujanan saat saya masih keluar rumah. Begitu hujan sudah reda, langsung pulang dan tanpa pikir panjang langsung setor pakaian dan sepatu itu ke binatu langganan yang punya mesin pengering pakaian. Udah selesai urusan itu, lanjut berkemas.
Saat berkemas, tiba-tiba dapat informasi dari rekan kerja bahwa ada masalah dengan salah satu sistem kantor yang prioritasnya tinggi dan mendesak sekali.
Ya, mau nggak mau isu ini harus diperhatikan. Tapi hingga sekitar pukul 16.40 an, isu ini belum selesai. Jadi saya memutuskan untuk pergi ke stasiun. Kondisi saat itu hujan deras, tapi biar bagaimanapun, sebelum pukul 17 harus sudah sampai di stasiun.
Setibanya di stasiun pukul 16.56, aku cari temen-temen, mereka gak ada di ruang tunggu. Aku telpon, ternyata mereka udah naik kereta duluan, karena memang saat aku datang, pagar pembatas peron dengan rel sudah mulai ditutup, artinya panggilan penumpang terakhir sudah dilakukan.
Langsung dari gerbong mas Brex turun dan minta ijin ke petugas untuk menyerahkan tiket kereta ke aku. Dibukalah lagi pagar itu dan petugas memberi sinyal untuk menahan keberangkatan. Begitu tiket udah aku bawa, verifikasi KTP ke petugas, bergegas masuk gerbong, seketika itu juga kereta mulai berangkat. Haduh, cukup gila!
Setelah cukup tenang, dalam hati bertanya, mengapa ya, saat kita butuh waktu luang yang benar-benar diharapkan, malah ada distraksi? Kejadian sore itu menurutku adalah salah satu contoh kejadian yang ganjil. Apa maksud tuhan dengan rentetan kejadian ini?
Tapi, sebagai manusia yang beriman, kita tetap harus menyikapinya dengan positif. Bisa jadi kalau saya berangkat ke stasiun lebih awal, ternyata malah ada kejadian yang sangat tidak diharapkan di jalan? Siapa tahu?
Artinya kita harus selalu percaya bahwa tuhan pasti mempunyai rencana yang terbaik untuk kita. Selama kita juga bisa mengintrospeksi diri mengenai apa yang telah kita perbuat. Karena sebagai umat Hindu, saya percaya dengan adanya hukum karma. Maka, hasil introspeksi diri itu juga sebagai pengingat dikala kita mendapatkan sesuatu yang kita anggap kurang adil bagi kita. Karena kadang kita/saya hanya ingat tuhan dikala kesusahan/kesialan datang, tetapi lupa bersyukur saat kemudahan/keberuntungan datang.