Kamu adalah Aku
Aku juga dirimu
Tak ada bedanya
Kita semua sama
Tat Twam Asi
Semua berasal dari-Nya
Tat Twam Asi merupakan salah satu Mahāvākya (Semboyan Utama) dari Chandogya Upanishad yang juga menjadi salah satu ajaran dalam salah satu kerangka dasar agama Hindu, Susila (etika/moral), yang artinya “Engkau adalah Aku dan Aku adalah Engkau” atau “Itu adalah Aku dan Aku adalah Itu”. Suatu kalimat sederhana tetapi sungguh mendalam.
Secara sederhana bahwa setiap makhluk yang tercipta di semesta ini merupakan bagian dari Tuhan dalam konsentrasinya yang sangat kecil. Artinya bahwa sebenarnya dalam diri manusia itu termuat sifat-sifat Tuhan. Tuhan ada dalam diri setiap makhluk.
Untuk itu sebagai manusia, hendaknya dapat mengamalkan sifat-sifat ketuhanan tersebut kepada sesama manusia, juga kepada makhluk lain ciptaan-Nya.
Badan kasar manusia tidak dapat berkembang tanpa makanan. Makanan tidak dapat diperoleh tanpa alam yang baik. Alam tidak akan ada tanpa bumi. Bumi tidak akan ada tanpa semesta.
Keterikatan ini mengarah kepada kesimpulan bahwa perlakuan kita terhadap makhluk lain, sesungguhnya adalah perlakukan kita terhadap diri kita sendiri.
Semua makhluk berasal dari sumber yang sama.
Kita membantu orang lain? Sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri, walaupun dalam wujud badan kasar yang berbeda.
Apakah kita merasa sakit jika ada orang lain yang menyakiti kita? Pastinya. Maka sesungguhnya jika kita menyakiti orang lain, kita sedang menyakiti diri kita sendiri.
Alam pun demikian. Jika kita merusak alam/lingkungan, sesungguhnya kita juga sedang merusak diri kita sendiri.
#celenganalbumreligianak
#hinduism
#tattwamasi
#susila